Showing posts with label Kelas 7 SMP. Show all posts
Showing posts with label Kelas 7 SMP. Show all posts
Buku tematik kelas 7 SMP kurikulum 2013

Buku tematik kelas 7 SMP kurikulum 2013

Buku tematik kelas 7 SMP kurikulum 2013 berikut adalah buku sekolah elektronik (BSE) dalam format pdf yang dapat di download pada daftar dibawah. Setiap buku sekolah elektronik (BSE) kelas 7 SMP tersebut diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut buku tematik kelas 7 SMP kurikulum 2013 yang kami kelompokan menjadi buku BSE untuk guru dan siswa.

Buku Tematik Kelas 7 SMP Kurikulum 2013,buku ipa kelas 7 kurikulum 2013,buku ips kelas 7 kurikulum 2013,buku bahasa indonesia kelas 7 kurikulum 2013,buku matematika kelas 7 kurikulum 2013,buku pkn kelas 7 kurikulum 2013,buku prakarya kelas 7 kurikulum 2013,buku kelas 7 kurikulum 2013,buku siswa kelas 7 kurikulum 2013,buku pai kelas 7 kurikulum 2013,download buku kurikulum 2013 kelas 7,buku seni budaya kelas 7 kurikulum 2013,buku kurikulum 2013 kelas 7,buku paket bahasa indonesia kelas 7 kurikulum 2013,buku penjaskes kelas 7 kurikulum 2013,buku paket pkn kelas 7 kurikulum 2013,buku pkn kelas 7 kurikulum 2013 pegangan siswa,buku paket kelas 7 kurikulum 2013,download buku matematika kelas 7 kurikulum 2013,download buku ipa kelas 7 kurikulum 2013,download buku kelas 7 kurikulum 2013,download buku pkn kelas 7 kurikulum 2013,buku agama kelas 7 kurikulum 2013,buku paket matematika kelas 7 kurikulum 2013,download buku prakarya kelas 7 kurikulum 2013,buku pegangan siswa kelas 7 kurikulum 2013,download buku bahasa indonesia kelas 7 kurikulum 2013,buku siswa ppkn kelas 7 kurikulum 2013,buku guru matematika kelas 7 kurikulum 2013,buku siswa kurikulum 2013 kelas 7,buku paket prakarya kelas 7 kurikulum 2013,download buku siswa kelas 7 kurikulum 2013,buku siswa bahasa indonesia kelas 7 kurikulum 2013,buku pkn kurikulum 2013 kelas 7,buku b indonesia kelas 7 kurikulum 2013,buku sbk kelas 7 kurikulum 2013,buku matematika kurikulum 2013 kelas 7,buku bahasa indonesia kurikulum 2013 kelas 7,buku siswa matematika kelas 7 kurikulum 2013,download buku seni budaya kelas 7 kurikulum 2013,download buku paket kelas 7 kurikulum 2013,buku siswa prakarya kelas 7 kurikulum 2013,buku bhs indonesia kelas 7 kurikulum 2013,buku pkn kelas 7 kurikulum 2013 pegangan guru,buku guru ppkn kelas 7 kurikulum 2013,buku guru kelas 7 kurikulum 2013,isi buku bahasa indonesia kelas 7 kurikulum 2013,buku kelas 7 smp,isi buku pkn kelas 7 kurikulum 2013,buku fisika kelas 7 kurikulum 2013,download buku siswa kurikulum 2013 kelas 7,download buku agama kelas 7 kurikulum 2013,buku agama kurikulum 2013 kelas 7,buku pelajaran kelas 7 kurikulum 2013,buku paket kurikulum 2013 kelas 7,buku guru kurikulum 2013 kelas 7,buku paket bahasa indonesia kurikulum 2013 kelas 7

Daftar Download Buku Tematik Kelas 7 SMP Kurikulum 2013

Buku Tematik Kelas 7 SMP Kurikulum 2013 Untuk Guru

  1. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP Bahasa Indonesia
  2. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP Bahasa Inggris
  3. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP IPA
  4. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP IPS
  5. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP Matematika
  6. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
  7. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
  8. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
  9. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
  10. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
  11. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP Penjaskes
  12. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP PJOK
  13. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP PPKN
  14. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP Prakarya
  15. Buku Tematik Guru “Kelas 07 SMP Seni Budaya

Buku Tematik Kelas 7 SMP Kurikulum 2013 Untuk Siswa

  1. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Bahasa Indonesia
  2. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Bahasa Inggris
  3. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP IPA
  4. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP IPS
  5. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Matematika Siswa Semester 1
  6. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Matematika Siswa Semester 2
  7. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
  8. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
  9. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
  10. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
  11. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
  12. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Penjaskes
  13. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP PJOK
  14. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP PPKN
  15. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Prakarya
  16. Buku Tematik Siswa “Kelas 07 SMP Seni Budaya

Semoga dengan adanya daftar download buku tematik kelas 7 SMP kurikulum 2013 diatas memudahkan kita dalam menemukan buku pelajaran untuk kelas 7 SMP.

Rangkuman Materi Pelajaran IPS Kelas 7 SMP

Rangkuman Materi Pelajaran IPS Kelas 7 SMP

Rangkuman Materi Pelajaran IPS Kelas 7 SMP
Rangkuman materi pelajaran IPS kelas 7 SMP pada halaman ini dibuat berdasaarkan buku paket mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuki kelas 7 SMP yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran IPS kelas 7 SMP secara lengkap.

Rangkuman Materi Pelajaran IPS Kelas 7 SMP

Bab I Bentuk Dan Potensi Muka Bumi

  1. Tenaga endogen atau tenaga tektonik yaitu tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga ini  biasanya bersifat membentuk atau membangun bagian dari permukaan bumi di sekitarnya.
  2. Proses diatropisme yaitu suatu proses yang termasuk ke dalam pembentukan permukaan bumi yang berasal dari tenaga endogen tanpa dipengaruhi magma.
  3. Vulkanisme yaitu aktivitas magma yang bergerak dari lapisan litosfer yang menyusup ke lapisan yang lebih atas atau sampai ke permukaan bumi peristiwa keluarnya magma ke permukaan bumi  disebut juga erupsi gunung api.
  4. Gempa bumi  yaitu hentakan dari bumi yang menyebakan tanah berguncang. Gempa terjadi akibat proses endogenik yang dihasilkan ketika lapisan batubatuan di bawah tanah bergerak.
  5. Tenaga eksogen yaitu tenaga peubah yang berasal dari luar permukaan bumi, berupa pelapukan dan erosi yang sifatnya merusak permukaan bumi.
  6. Pelapukan yaitu proses penghancuran batuan kulit bumi pada tempatnya yang dipengaruhi temperatur dan kelembapan udara di sekelilingnya, susunan pembentuk batuan, dan kelebatan vegetasi tumbuhan yang ada di sekitar batuan.
  7. Erosi yaitu proses pengikisan terhadap batuan atau tanah yang terjadi oleh air, angin, dan gletser.
  8. Sedimentasi adalah proses penempatan atau penumpukan material hasil pelapukan, erosi, dan maswasting ke tempat tertentu oleh air, angin maupun gletser.
  9. Tenaga endogen dan eksogen dapat berdampak positif maupun berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Pemanfaatan Iptek dan upaya memperbaiki sikap hidup manusia dalam pemanfaatan SDA dapat menjadi salah satu upaya penanggulangan dampak negatif dari tenaga tersebut.

Bab II Zaman Pra-Aksara Di Indonesia

  1. Pembabakan zaman prasejarah berdasarkan Ilmu Geologi yang terdiri atas Arkaekum, Palezoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum.
  2. Pembabakan zaman prasejarah berdasarkan hasil temuan alat-alat yang digunakan dan dari cara pengerjaannya, dibagi menjadi zaman batu dan zaman logam. Zaman batu terbagi lagi menjadi empat, yaitu Palaeolithikum, Mesolithikum, Neolithikum, dan Megalithikum.
  3. Zaman prasejarah di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga, yaitu zaman berburu dan meramu, bercocok tanam, dan perundagian.

Bab III Interaksi Sosial Dan Sosialisasi

  1. Interaksi sosial yaitu hubungan saling memengaruhi antara sesama manusia sebagai makhluk sosial.
  2. Proses sosial dapat diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok masyarakat saling bertemu serta menentukan sistem atau tata aturan agar proses komunikasi bersama berjalan dengan baik selalu dinamis.
  3. Terjadinya proses interaksi sosial dipengaruhi beberapa faktor sebagai berikut: identifikasi, sugesti,  simpati, imitasi.
  4. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial yang sifatnya dinamis dan merupakan bentuk umum proses sosial yang diawali dengan kontak dan hubungan sosial.
  5. Sebagai akibat dari adanya proses interaksi sosial, diharapkan dapat menyebabkan keselarasan dan keharmonisan hubungan antarsesama manusia dalam suatu masyarakat.
  6. Sosialisasi yaitu suatu proses penanaman kebiasaan, nilai-nilai, dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam kehidupan suatu masyarakat.
  7. Sosialisasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu  sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat)
  8. George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan melalui tahap-tahap sebagai berikut:
    1. tahap persiapan (Preparatory Stage);
    2. tahap meniru (Play Stage);
    3. tahap siap bertindak (Game Stage);
    4. tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage).
  9. Media sosialisasi dapat diartikan sebagai sarana berlangsungnya proses sosialisasi. Terdapat empat media sosialisasi yang utama, yaitu keluarga, kelompok bermain, media massa, dan lembaga pendidikan formal (sekolah).
  10. Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan saling memengaruhi antara sesama manusia sebagai makhluk sosial yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.
  11. Interaksi sosial dapat berbentuk kerja sama, persaingan dan pertentangan atau pertikaian.
  12. Proses interaksi sosial yang terjadi pada masyarakat akan menghasilkan dua jenis proses sosial, yaitu proses sosial yang sifatnya asosiatif dan proses sosial yang sifatnya disosiatif.
  13. Proses sosial asosiatif terdiri dari kerja sama, akomodasi, asimilasi dan adaptasi, sementara proses sosial disosiatif terdiri dari persaingan dan kontravensi.

Bab IV Usaha Manusia Dalam Memenuhi Kebutuhan

  1. Manusia adalah makhluk sosial sekaligus makhluk ekonomi yang dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya senantiasa memerlukan bantuan orang lain (zoon politocon). Kebutuhan manusia akan tercapai apabila manusia dapat menyelaraskan perannya sebagai makhluk sosial (homo socius) dan makhluk ekonomi (homo economicus).
  2. Kebutuhan adalah sejumlah keinginan manusia yang harus dipenuhi dan jika tidak terpenuhi dapat mengakibatkan efek negatif bagi kelangsungan hidupnya.
  3. Perbedaan tingkat kebutuhan disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut; keadaan ekonomi, lingkungan sosial budaya, keadaan fisik, tingkat pendidikan, intensitas kebutuhan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebijakan pemerintah.
  4. Konsep kelangkaan dalam ilmu ekonomi diartikan sebagai suatu keadaan saat manusia ingin mengonsumsi suatu barang atau jasa lebih banyak daripada jumlah barang dan jasa yang tersedia.
  5. Tindakan ekonomi adalah upaya setiap orang dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.
  6. Motif ekonomi adalah alasan yang mendorong seseorang melakukan tindakan ekonomi.
  7. Pada dasarnya terdapat beberapa macam motif ekonomi yang menyebabkan manusia melakukan tindakan ekonomi, sebagai berikut:
    1. motif untuk memenuhi kebutuhan;
    2. motif untuk memperoleh keuntungan;
    3. motif sosial.
  8. Bunyi prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan tertentu, dapat memperoleh hasil yang sebesar-besarnya (maksimal), atau dengan pengorbanan sekecil-kecilnya berusaha untuk memperoleh hasil yang tertentu.
  9. Terdapat beberapa ciri dari tindakan ekonomi yang didasari oleh prinsip ekonomi sebagai berikut:
    1. mengutamakan kebutuhan yang sifatnya lebih penting dan mendesak;
    2. bersikap hemat dan tidak boros dalam tindakannya;
    3. melakukan tindakan ekonomi dengan pertimbangan yang matang;
    4. senantiasa mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari setiap tindakan ekonomi yang dilakukannya.

Bab V Peta, Atlas, Globe, Sketsa, Dan Peta Wilayah

  1. Peta yaitu gambaran sebagian atau seluruh permukaan bumi dalam bidang datar dengan menggunakan skala tertentu.
  2. Berdasarkan isinya, peta dibedakan menjadi dua jenis, yaitu peta umum dan peta khusus.
  3. Berdasarkan skalanya, peta dibagi menjadi:
    1. Peta kadaster 1:5.000 – 1:100, contohnya peta desa
    2. Peta skala besar 1:250.000 – 1:5.000, contohnya peta kecamatan
    3. Peta skala sedang 1:500.000 – 1:250.000, contohnya peta kabupaten
    4. Peta skala kecil 1:1.000.000 – 1: 5.00.000, contohnya peta provinsi
    5. Peta geografis < 1:1.000.000, contohnya peta negara
  4. Berdasarkan bentuknya, peta dikelompokkan menjadi:
    1. Peta digital
    2. Peta timbul (relief)
    3. Peta datar
  5. Atlas yaitu kumpulan peta yang disusun dalam bentuk buku.
  6. Globe yaitu tiruan bentuk muka bumi dalam wujud tiga dimensi.
  7. Peta sketsa atau mental map yaitu suatu gambaran pemikiran seseorang terhadap dunia dan lingkungan sekitarnya yang dituangkan dalam bentuk gambar.
  8. Tahapan dalam pembuatan peta sketsa terdiri dari pengumpulan data, pembuatan peta atau pemetaan, dan penyajian peta.
  9. Selain harus memerhatikan syarat kelengkapan peta di atas, pembuatan peta juga perlu mengikuti syarat-syarat sebagai berikut.
    1. Peta harus memberikan informasi yang akurat sesuai dengan judul atau tema peta.
    2. Peta harus memenuhi seluruh syarat kelengkapan peta, seperti legenda dan simbol-simbol yang tepat.
    3. Peta harus berdasarkan sumber data yang lengkap dan akurat.
    4. Penentuan skala yang tepat, sehingga gambar yang terdapat dalam peta menggambarkan kondisi dan ukuran yang sesungguhnya.
  10. Memperbesar dan memperkecil sebuah peta secara akurat dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya dengan metode bujur sangkar atau sistem petak koordinat (grid), menggunakan pantograf, atau yang paling praktis dengan memfotokopinya.

Bab VI Kondisi Fisik Dan Penduduk Wilayah Indonesia

  1. Letak geografis yaitu letak suatu daerah dibandingkan dengan daerah-daerah lain di sekitarnya.
  2. Secara geografis wilayah Indonesia berada di antara dua samudra, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, berada di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua  Australia, serta berada di antara dua jalur pegunungan lipatan muda, yaitu pegunugan lipatan muda sirkum pasifik dan sirkum mediteranea.
  3. Letak astronomis yaitu letak suatu daerah berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur. Garis lintang yaitu garis khayal yang memanjang dari barat ke timur sejajar dengan garis khatulistiwa, sedangkan garis bujur yaitu garis khayal yang membujur dari utara ke selatan.
  4. Letak astronomis Indonesia beserta wilayah yang dilewatinya sbb:
    1. Batas paling utara 6° 08’ LU tepat melewati Pulai Weh yang terletak di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.
    2. Batas paling selatan 11° 15’ LS tepat melewati Pulau Rote yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
    3. Batas sebelah barat 95° 45’ BT melewati Pulau Beureuh yang terletak di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.
    4. Batas sebelah timur 141° 05′ BT melewati Sungai Fly dan Sungai Merauke di Provinsi Papua.
  5. Bentuk muka buminya (relief), maka wilayah Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi tiga sebagai berikut:
    1. Relief Indonesi Barat
    2. Relief Indonesi Tengah
    3. Relief Indonesi Timur
  6. Suku bangsa yang ada di Indonesia asalnya dari daratan Asia (Yunan). Suku bangsa tersebut dalam perkembangannya menjadi nenek moyang suku bangsa Indonesia dan melahirkan keturunan menjadi beberapa suku bangsa antara lain: ras Melayu yang meliputi suku bangsa Dayak, Toraja, dan Sasak. Ras Melanesoid yang meliputi suku-suku yang ada di Papua.
  7. Keragaman suku bangsa yang ada di Indonesia tersebar di 33 Provinsi. Adapun suku bangsa tersebut adalah sebagai berikut.
    1. Suku bangsa yang terdapat di Pulau Sumatra terdiri dari suku Aceh, Batak, dan Minangkabau.
    2. Suku bangsa yang terdapat di Pulau Jawa terdiri dari suku Betawi, Sunda, Jawa, dan suku bangsa yang ada di Bali.
    3. Suku bangsa di Pulau Sulawesi terdiri dari Sulawesi Utara suku Minahasa atau orang Manado; Sulawesi Selatan suku Toraja, Makasar, dan Bugis; Sulawesi Tengah dan Tenggara suku Paleng, Banggai, Tomini, Buton, Bone, dan Mandar.
    4. Suku bangsa yang terdapat di Papua (Irian Jaya) terdiri dari suku Asmat, Dani, dan Arfak.
    5. Suku bangsa yang terdapat Pulau Kalimatan; kepulauan ini memiliki suku bangsa utama, yaitu suku Dayak.
    6. Suku bangsa yang terdapat di Kepulauan Maluku; suku bangsa yang ada antara lain Ambon, Ternate, Obi, dan Aru.

Bab VII Atmosfer Dan Hidrosfer

  1. Secara bahasa atmosfer berasal dari kata atmos yang artinya udara serta sfer yang artinya lapisan. Jadi, secara bahasa atmosfer dapat berarti lapisan udara.
  2. Terdapat beberapa manfaat atmosfer yang di antaranya sebagai berikut.
    1. Atmosfer mengandung oksigen yang diperlukan untuk bernapas, melindungi kita dari sinar-sinar matahari yang membahayakan, dan memelihara cuaca.
    2. Atmosfer berfungsi sebagai payung atau pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari.
    3. Atmosfer merupakan penghambat bagi benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum mencapai permukaan bumi.
  3. Lapisan atmosfer dapat dibagi menjadi lima yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.
  4. Persamaan cuaca dengan iklim di antaranya sebagai berikut.
      1. Cuaca cakupan wilayahnya lebih sempit serta waktunya lebih singkat, sedangkan iklim lebih luas dan untuk waktu yang relatif lama.
      2. Ilmu yang mempelajari cuaca disebut meteorologi, sedangkan ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi.
    Adapun persamaanya terletak pada unsur-unsur yang terkandung di dalamnya yang meliputi suhu udara, tekanan udara, angin, kelembapan udara, dan hujan.
  5. Cuaca yaitu kombinasi dari berbagai kondisi atmosfer bumi yang secara terus-menerus berubah dan memengaruhi planet bumi. Adapun iklim adalah pola cuaca khas di suatu daerah dalam jangka waktu yang lama.
  6. Pantai dapat dibagi menjadi tiga sebagai berikut.
    1. Pantai fyord yaitu pantai yang terjadi karena pengikisan oleh gletser yang mengalami pemerosotan sampai di bawah permukaan air laut.
    2. Pantai ria yaitu pantai yang bergunung-gunung  dan berlembah-lembah dengan arah melintang terhadap pantai.
    3. Pantai longitudinal yaitu pantai yang terjadi jika pada pantai tersebut terdapat pegunungan yang letaknya sejajar dengan pantai.

Bab VIII Perkembangan Masyarakat, Kebudayaan, Dan Pemerin Tahan Pada Masa Hindu-Buddha

  1. Agama Hindu dan Buddha merupakan dua agama yang bermula dari Asia Selatan. Negara India merupakan negara cikal bakal dari berkembangnya kedua agama tersebut ke negara lain.
  2. Terdapat empat teori yang menjelaskan masuknya kebudayaan Hindu Buddha ke Indonesia sebagai berikut:
    1. teori ksatria,
    2. teori waisya,
    3. teori brahmana,
    4. teori arus balik.
  3. Kerajaan-kerajaan di Indonesia yang bercorak Hindu-Buddha di antaranya:
    1. Kerajaan Kutai,
    2. Kerajaan Tarumanegara,
    3. Kerajaan Sriwijaya,
    4. Kerajaan Singhasari,
    5. Kerajaan Majapahit, dan
    6. Kerajaan Mataram Kuno.
  4. Peninggalan sejarah yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia di antaranya dalam bentuk:
    1. candi,
    2. stupa,
    3. seni sastra,
    4. seni ukir,
    5. barang-barang logam, dan
    6. arca.

Bab IX Perkembangan, Agama, Kebudayaan, Politik, Dan Pemerintahan Kerajaan-Kerajaan Yang Bercorak Islam Serta Peninggalannya

  1. Menurut para ahli sejarah masuknya Islam ke Indonesia bersamaan dengan proses berkembangnya perdagangan yang ada di kawasan Asia Tenggara, yang selanjutnya dikembangkan oleh para pedagang, ulama, dan para wali.
  2. Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan kejayaannya berlangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16. Timbulnya kerajaan-kerajaan tersebut didorong oleh maraknya lalu lintas perdagangan laut dengan pedagang-pedagang Islam dari Arab, India, Persia, dan Tiongkok.
  3. Terdapat beberapa sumber sejarah yang menceritakan penyebaran Islam di Indonesia, di antaranya sebagai berikut.
    1. Dinasti Tang; Menurut catatan Dinasti Tang dari Cina bahwa pada abad ke-7 M, telah ada permukiman pedagang Arab di Baros, kota kecil di pantai barat laut Sumatra.
    2. Catatan Marcopolo; Pada akhir abad ke-13 M terdapat masyarakat Muslim di Perlak.
    3. Tulisan pada batu Nisan di Leran, Gresik, yang memberitakan wafatnya seorang wanita Muslim bernama Fatimah Binti Maemun sekitar abad ke-11 M.
    4. Suma Oriental dari Tome Pires; Penyebaran agama Islam sudah ada di daerah Sumatra, Kalimantan, Jawa, sampai Maluku sekitar abad ke-16 M.
  4. Walisongo merupakan para wali yang menyebarkan Islam di tanah Jawa, mereka adalah:
    1. Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim,
    2. Sunan Ampel atau Raden Rahmat,
    3. Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim,
    4. Sunan Drajat atau Raden Qasim,
    5. Sunan Kudus atau Jaffar Shadiq,
    6. Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin,
    7. Sunan Kalijaga atau Raden Said,
    8. Sunan Muria atau Raden Umar Said,
    9. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.
  5. Agama Islam merupakan agama yang memiliki budaya sangat tinggi. Banyak sekali peninggalan sejarah yang bercorak Islam di Indonesia di antaranya: peninggalan berupa seni arsitektur bangunan Islam, seni kaligrafi yang indah, dan hasil seni sastra.

Bab X Perkembangan Masyarakat, Kebudayaan, Dan Pemerintahan Pada Masa Kolonial Eropa

  1. Permulaan bangsa Eropa mulai mengenal Asia adalah sejak mereka datang ke Timur Tengah pada abad ke-12 hingga ke-13. Adapun mulai masuk ke Asia Tenggara adalah pada abad ke-15.
  2. Pada masa kolonial Eropa, masyarakat Indonesia dapat dibagi menjadi empat golongan sebagai berikut:
    1. golongan raja dan keluarganya;
    2. golongan elite;
    3. golongan nonelite;
    4. golongan budak.
  3. Peninggalan kebudayaan Eropa yang terdapat di Indonesia umumnya berbentuk:
    1. jalan kerepa api
    2. arsitektur dan ornamen bangunan
    3. kesenian
    4. meriam
    5. penyebaran agama Kristen
  4. Dasar penjajahan Portugis adalah imperialisme kuno, yaitu mengutamakan kekayaan, keagamaan, dan kejayaan (Gold, Glory, and Gospel).
  5. Pada tahun 1602 didirikan kongsi dagang Belanda yang diberi nama Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).
  6. Tujuan didirikannya VOC adalah
    1. menghindarkan persaingan antarpengusaha Belanda;
    2. mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya;
    3. agar mampu bersaing dengan kongsi dagang dari bangsa lain, seperti Portugis dan Spanyol.
  7. Sistem Tanam Paksa dicetuskan oleh Johannes Van de Bosch pada tahun 1830 – 1870 dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesarbesarnya guna mengisi kekosongan kas Belanda.
  8. Pada tahun 1811 di bawah Gubernur Jenderal EIC Lord Minto, armada laut Inggris dapat menguasai Jawa dan Indonesia mulai dikuasai Inggris.

Bab XI Penggunaan Lahan Dan Pola Permukiman

  1. Lahan adalah permukaan daratan dengan segala potensinya, baik dalam bentuk cair, padat, maupun gas yang terkandung di dalamnya. Adapun tanah adalah bagian dari lahan yang tersusun oleh bahan-bahan organik dan anorganik yang telah mengalami pelapukan.
  2. Permukiman merupakan kumpulan dari perumahan yang ada di suatu daerah dan dilengkapi berbagai sarana penunjangnya, seperti terdapat sarana olahraga, terminal, pasar, puskesmas dan sebagainya. Adapun perumahan diartikan sebagai kumpulan rumah tanpa disertai dengan fasilitas penunjangnya.
  3. Berdasarkan bentuknya ada beberapa jenis pertanian yang biasa dilakukan yaitu, sebagai berikut:
    1. kegiatan pertanian di lahan basah atau persawahan;
    2. kegiatan pertanian lahan kering atau perladangan;
    3. kegiatan pertanian kebun.
  4. Pemanfaatan lahan di perkotaan biasanya digunakan untuk sektor-sektor nonpertanian seperti untuk kegiatan industri dan perdagangan.
  5. Pemanfaatan lahan di daerah pedesaan:
    1. Untuk daerah pertanian, baik kegiatan pertanian lahan kering, lahan basah, perladangan, maupun untuk perkebunan.
    2. Untuk daerah permukiman dan sarana sosial masyarakat.
    3. Sentra-sentra industri kecil.
  6. Pemanfaatan lahan di daerah perkotaan:
    1. pusat pemerintahan, yaitu gedung-gedung pemerintahan yang berfungsi sebagai pusat pelayan umum kepada masyarakat;
    2. tempat-tempat pusat industri dan perdagangan seperti pasar dan pertokoan;
    3. pusat-pusat sarana pendidikan;
    4. kompleks-kompleks permukiman penduduk;
    5. sarana olahraga dan rekreasi;
    6. gedung-gedung perkantoran.
  7. Pola permukiman penduduk di setiap daerah biasanya berbeda-beda bergantung pada faktor-faktor seperti keadaan tanah, ketersediaan sumber daya alam, dan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang kehidupan sosial.

Bab XII Kegiatan Pokok Ekonomi

  1. Kegiatan pokok ekonomi terdiri dari kegiatan produksi, distribusi, dan kegiatan konsumsi.
  2. Tingkat konsumsi seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut: tingkat pendapatan, kebiasaan dan gaya hidup, harga barang dan selera.
  3. Faktor produksi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor produksi asli (SDA dan SDM) dan faktor produksi turunan (modal dan jiwa kewirausahaan atau keterampilan).
  4. Kegiatan distribusi adalah semua kegiatan ekonomi untuk menyalurkan barang hasil produksi dari produsen kepada konsumen dengan tujuan tertentu.

Bab XIII Perusahaan Dan Badan Usaha Serta Peranannya

  1. Perusahaan adalah suatu kesatuan ekonomi yang melakukan kegiatan pengolahan faktor-faktor produksi menjadi barang dan jasa tertentu.
  2. Badan usaha merupakan suatu kesatuan yuridis (hukum) sebagai wadah organisasi dari sebuah perusahaan.
  3. Tujuan perusahaan pada dasarnya adalah menghasilkan barang atau jasa.
    Oleh karenanya, perusahaan dapat dimaknai sebagai tempat menyelenggarakan proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
  4. Badan usaha tujuannya memperoleh laba. Setiap badan usaha dalam rangka menggapai tujuannya biasanya mendirikan perusahaan dan boleh jadi memiliki beberapa perusahaan.
  5. Perusahaan dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut: perusahaan ekstraktif, perusahaan agraris, perusahaan industri, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa.
  6. Menurut UUD 1945 Pasal 33, pelaku utama di dalam sistem demokrasi ekonomi atau dikenal juga dengan sistem ekonomi kerakyatan adalah BUMN, BUMS, dan Koperasi.

Bab XIV Kreatif Dan Inovatif Dalam Tindakan Ekonomi

  1. Kreatif dapat diartikan sebagai daya cipta yang unik atau berbeda dengan yang sudah umum. Kemampuan kreatif yang dimiliki seseorang disebut kreativitas, sedangkan inovatif dapat diartikan sebagai kemampuan bertindak sesuatu yang baru dan berbeda.
  2. Seseorang yang memiliki daya kreativitas dan daya inovatif yang tinggi disebut entrepreneur atau wirausaha. Adapun sikap mentalnya disebut kewirausahaan atau entrepreneurship.
  3. Wirausaha berasal dari kata wira yang artinya utama, gagah, berani, teladan, mandiri, dan usaha yang artinya aktivitas atau bekerja.
  4. Wirausaha atau entrepreneur adalah orangnya atau subjek pelaku kewirausahaan, sedangkan kewirausahaan atau entrepreneuship adalah sifat dari proses kerja.
  5. Kewirausahaan bisa didefinisikan sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, atau bisa juga didefinisikan sebagai penerapan dari kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan permasalahan-permasalahan serta pemanfaatan segala peluang yang dihadapi setiap hari.
  6. Kreativitas diartikan sebagai berpikir tentang sesuatu yang baru, sedangkan keinovasian diartikan sebagai  bertindak melakukan sesuatu yang baru, penerapan dari kreativitas.
  7. Ciri-Ciri wirausaha: percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, kepemimpinan, pengambilan risiko, berorientasi pada masa depan, dan kedisplinan
  8. Kemandirian adalah sikap mental yang selalu percaya diri dalam memecahkan segala persoalan tanpa bergantung pada bantuan orang lain.

Kami harap dengan dibuat rangkuman materi pelajaran IPS kelas 7 SMP seperti diatas dapat memudahkan belajar kita

Rangkuman Materi Pelajaran IPA Kelas 7 SMP

Rangkuman Materi Pelajaran IPA Kelas 7 SMP

Rangkuman Materi Pelajaran IPA Kelas 7 SMP 
Rangkuman materi pelajaran IPA kelas 7 SMP dibawah dibuat berdasarkan buku paket pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk kelas 7 SMP yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran IPA kelas 7 SMP secara lengkap.

Rangkuman Materi Pelajaran IPA Kelas 7 SMP

Bab 1 Besaran dan SatuanBesaran dan Satuan

  1. Mengukur adalah membandingkan besaran yang diukur dengan suatu besaran patokan atau satuan.
  2. Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur, serta memiliki nilai dan satuan.
  3. Satuan adalah istilah yang menunjukkan banyaknya (kuantitas) suatu besaran.
  4. Besaran pokok adalah besaran yang menjadi dasar atau pangkal untuk menyusun besaran lain.
  5. Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diperoleh dari gabungan satuan-satuan pokok.
  6. Tujuh besaran pokok dan satuannya yang digunakan oleh seluruh dunia adalah panjang (meter), massa (kilogram), waktu (detik), kuat arus listrik (ampere), suhu (Kelvin), intensitas cahaya (kandela), dan banyak zat (mol).

Bab 2 Asam, Basa, dan Garam

  1. Kertas lakmus adalah indikator asam basa yang dibuat dari senyawa kimia yang dikeringkan pada kertas.
  2. Derajat keasaman (pH) adalah tingkat keasaman atau kebasaan dari suatu larutan.
  3. pH meter adalah suatu alat untuk mengukur derajat keasaman (pH) dari suatu larutan atau senyawa.
  4. Sifat larutan asam adalah rasanya masam, pH < 7, dapat memerahkan lakmus biru, tidak mengubah warna lakmus merah, dan menghasilkan ion H+ jika dilarutkan ke dalam air.
  5. Sifat larutan basa adalah rasanya pahit, pH > 7, dapat membirukan lakmus merah, tidak mengubah warna lakmus biru, dan menghasilkan ion OH jika dilarutkan ke dalam air.
  6. Sifat larutan garam adalah rasanya asin, manis, atau tawar, pH = 7, tidak merubah warna kertas lakmus, dan tidak menghasilkan ion H+ atau OH jika dilarutkan ke dalam air.

Bab 3 Unsur, Senyawa, dan Campuran

  1. Unsur adalah zat tunggal yang paling sederhana dan tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain.
  2. Senyawa adalah zat yang tersusun oleh dua unsur atau lebih yang berbeda dan dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana melalui suatu reaksi kimia.
  3. Suatu senyawa dapat disusun oleh unsur logam dengan unsur nonlogam atau unsur nonlogam dengan unsur nonlogam.
  4. Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang sifat asalnya tidak hilang sama sekali.
  5. Campuran dibedakan menjadi campuran homogen dan campuran heterogen.
  6. Kadar zat dalam campuran menyatakan banyaknya zat terlarut dalam campuran tersebut, yang dinyatakan dalam persen massa (% massa) dan persen volume (% volume).

Bab 4 Wujud Zat dan Massa Jenis

  1. Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.
  2. Zat dikelompokkan menjadi tiga wujud, yaitu padat, cair, dan gas.
  3. Susunan partikel zat padat lebih rapat dibanding susunan partikel zat cair dan gas.
  4. Gaya kapiler atau kapilaritas adalah gejala meresapnya zat cair melalui celah-celah sempit atau pipa rambut.
  5. Suatu zat dapat berubah wujud karena pengaruh energi.
  6. Massa jenis (ρ) adalah kerapatan suatu zat yang nilainya ditentukan dari hasil bagi massa zat oleh volumenya.

Bab 5 Suhu dan Pemuaian

  1. Termometer adalah alat yang berupa sebuah pipa kaca sempit tertutup yang berisi zat cair dan memiliki skala.
  2. Skala yang digunakan dalam termometer adalah skala Celsius, Fahrenheit, Reamur, dan Kelvin.
  3. Pemuaian ruang adalah peristiwa pemuaian yang menyebabkan terjadinya pertambahan volume pada benda yang memuai.
  4. Koefisien muai panjang adalah bilangan yang menunjukkan besarnya pertambahan panjang tiap satu meter pada suhu 1 K atau 1° C.
  5. Koefisien muai luas adalah bilangan yang menunjukkan besarnya pertambahan luas tiap satu meter persegi pada suhu 1 K atau 1° C.
  6. Koefisien muai volume adalah bilangan yang menunjukkan besarnya pertambahan volume tiap satu meter kubik pada suhu 1 K atau 1° C.

Bab 6 Kalor

  1. Kalor adalah salah satu bentuk energi yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.
  2. Kalor suatu benda sebanding dengan massa, suhu, dan jenis zat penyusun benda sehingga diperoleh persamaan: Q = m ⋅ c ⋅ Δt.
  3. Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebesar 1° C atau 1 K.
  4. Menurut Asas Black, jika kita mencampurkan dua zat yang suhunya berbeda, maka kalor pada zat yang suhunya tinggi akan mengalir pada zat yang suhunya rendah sehingga terjadi keseimbangan energi, sehingga diperoleh persamaan: Qlepas = Qterima
  5. Kalor uap (U) adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menguapkan 1 kg zat cair pada titik didihnya. Persamaannya: Q = m ⋅ U.
  6. Titik didih adalah suhu tepat pada saat air mendidih.
  7. Kalor lebur (L) adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh setiap satu satuan massa untuk mengubah wujudnya dari padat menjadi cair. Persamaannya: Q = m ⋅ L .
  8. Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut.
  9. Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat tersebut yang disebabkan oleh perbedaan massa jenis zat.
  10. Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa adanya zat perantara.

Bab 7 Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

  1. Materi adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang.
  2. Sifat fisika dari suatu materi terdiri dari: wujud materi, kekerasannya, warnanya, aromanya, kelarutannya dalam materi lain, daya hantar listrik, suhu, dan titik didihnya.
  3. Sifat kimia adalah kesanggupan suatu materi untuk membentuk materi baru yang sifatnya berbeda dengannya.
  4. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan materi baru.
  5. Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan materi baru dengan sifat yang berbeda dengan materi semula.
  6. Dasar dari metode pemisahan campuran adalah ukuran partikel, titik didih, kelarutan, dan adsorbsi.
  7. Metode pemisahan campuran terdiri dari: penyaringan, penyulingan, pengkristalan, kromatografi, sublimasi, dan ekstraksi.

Bab 8 Reaksi Kimia

  1. Pereaksi (reaktan) adalah zat-zat yang bereaksi.
  2. Hasil reaksi (produk) adalah zat baru yang dihasilkan.
  3. Reaksi kimia ditulis dengan tanda panah sebagai penunjuk arah perubahan atau arah reaksi.
    Reaksi kimia
  4. Ciri-ciri terjadinya reaksi kimia adalah menimbulkan gas, terjadi perubahan suhu, terjadi perubahan warna, dan timbul endapan.
  5. Reaksi endoterm adalah reaksi kimia yang menyerap panas.
  6. Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang melepaskan panas.
  7. Faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi kimia adalah sifat zat, ukuran partikel zat, kadar zat yang bereaksi, suhu reaksi, dan pengadukan.

Bab 9 Pengamatan Gejala Alam

  1. Pengamatan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan segala informasi mengenai objek yang kita amati.
  2. Data kualitatif adalah data yang menunjukkan sifat atau keadaan objek.
  3. Data kuantitatif adalah data yang menunjukkan jumlah ukuran objek yang dapat dinyatakan dalam bilangan atau angka.
  4. Dalam menggunakan peralatan laboratorium kamu harus memiliki keterampilan, kecermatan, dan ketelitian agar diperoleh data yang akurat.
  5. Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk mengamati objek yang ukurannya sangat kecil yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang.
  6. Atmometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan penguapan.
  7. Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengamati kecepatan angin.
  8. Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu.
  9. pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur pH, yaitu derajat keasaman suatu zat.
  10. Preparat adalah objek pengamatan untuk mikroskop.
  11. Untuk menghindari kecelakaan ketika melakukan pengamatan, maka diperlukan tata tertib yang tentunya harus dipahami dan dilaksanakan oleh semua pengamat.

Bab 10 Gerak Lurus

  1. Gerak adalah perubahan kedudukan atau posisi suatu benda.
  2. Gerak semu adalah gerak benda yang dilihat dan dirasakan seseorang karena orang tersebut berada pada tempat yang bergerak dengan kecepatan tinggi.
  3. Kecepatan (v) adalah perubahan posisi benda (Δs) dalam satu satuan waktu (t). Kecepatan dapat dirumuskan dalam: v = frac{triangle s}{triangle t} .
  4. Kecepatan rata-rata adalah hasil bagi perpindahan total yang ditempuh benda oleh selang waktu total yang diperlukan untuk menempuh perpindahan total tersebut.
  5. Gerak lurus adalah gerak suatu benda pada melalui lintasan yang berupa garis lurus.
  6. Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang kecepatannya tetap.
  7. Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak lurus suatu benda yang mempunyai kecepatan awal dan perubahan kecepatan (percepatan) yang tetap.

Bab 11 Ciri-Ciri Makhluk Hidup

  1. Makhluk hidup adalah makhluk yang memiliki ciri-ciri kehidupan.
  2. Ciri-ciri makhluk hidup adalah bernapas, bergerak, makan, tumbuh, peka terhadap rangsangan, dan dapat berkembang biak.
  3. Bernapas adalah proses mengambil udara (O2) dari luar dan mengeluarkan udara (CO2) dari dalam tubuh.
  4. Zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.
  5. Iritabilitas adalah kemampuan makhluk hidup memberi tanggapan terhadap rangsangan.
  6. Pertumbuhan merupakan pertambahan sel-sel tubuh, sehingga ukuran tubuh bertambah dan tidak bisa mengecil kembali.

Bab 12 Keanekaragaman Makhluk Hidup

  1. Taksonomi adalah ilmu tentang pengelompokkan makhluk hidup.
  2. Sistem tata nama yang dipakai saat ini adalah binomial nomenclature yang diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus.
  3. Dunia tumbuhan dan hewan dibagi menjadi beberapa takson, yaitu kingdom (kerajaan), filum/divisio (keluarga besar), class (kelas), ordo (bangsa), famili (suku), genus (marga), dan spesies (jenis).
  4. R. H. Whittaker membagi makhluk hidup menjadi 5 kingdom, yaitu kingdom monera,protista, fungi, plantae, dan animalia.
  5. Ciri-ciri dari kingdom monera adalah uniseluler, sel prokariotik (tidak memiliki membran inti), dan memiliki reproduksi secara aseksual.
  6. Ciri-ciri dari kingdom protista adalah eukariotik (mempunyai membran inti), uniseluler atau multiseluler (bersel banyak), dan autotrof atau heterotrof.
  7. Ciri-ciri dari kingdom fungi adalah eukariot, memiliki dinding sel, tidak memiliki klorofil, uniseluler atau multiseluler, dan hidup heterotrof.
  8. Ciri-ciri kingdom plantae adalah eukariotik, multiseluler, mampu melakukan fotosintesis karena memiliki klorofil.
  9. Kingdom animalia merupakan kelompok organisme multiseluler, bersifat heterotrof, dan aktif.
  10. Organisasi kehidupan tersusun secara berurutan dari: sel → jaringan → organ → sistem organ → organisme.
  11. Sel adalah satuan terkecil makhluk hidup yang menyusun tubuh makhluk hidup, bentuk dan ukurannya bermacam-macam.
  12. Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama.
  13. Organ adalah jaringan yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.
  14. Sistem organ adalah kumpulan dari organ-organ yang saling bekerja sama membentuk suatu sistem.

Bab 13 Ekosistem

  1. Ekosistem merupakan interaksi bolak-balik antara makhluk hidup (biotik) dengan lingkungannya (abiotik).
  2. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang ekosistem.
  3. Populasi adalah kumpulan dari individu yang sama yang menempati suatu tempat tertentu.
  4. Tempat hidup suatu makhluk hidup disebut habitat.
  5. Sekumpulan populasi akan membentuk suatu komunitas.
  6. Peristiwa makan dan dimakan antarmakhluk hidup dalam suatu ekosistem membentuk

Bab 14 Kepadatan Penduduk dan Pencemaran Lingkungan

  1. Penduduk adalah sekumpulan orang-orang yang telah lama menempati suatu daerah.
  2. Dinamika penduduk adalah proses perubahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun.
  3. Cara menghitung dinamika penduduk adalah dengan membandingkan jumlah penduduk di satu daerah dengan luas daerah yang ditempati.
  4. Angka kelahiran adalah angka yang menunjukkan bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun.
  5. Mortalitas merupakan angka yang menunjukkan jumlah kematian dari setiap 1000 penduduk per tahun.
  6. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain.
  7. Untuk menghitung pertumbuhan penduduk dapat digunakan rumus:
    P = (l  m) + (i  e)
    Dengan:
    p = pertumbuhan penduduk; l = jumlah kelahiran; m = jumlah kematian;
    i = jumlah imigran; e = jumlah emigran.
  8. Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia.
  9. Polutan adalah segala sesuatu yang menyebabkan polusi.

Semoga dengan dibuat rangkuman materi pelajaran IPA kelas 7 SMP secara lengkap seperti diatas dapat mempermudah belajar kita.

 Rangkuman Pelajaran Seni Tari Kelas 7 SMP

Rangkuman Pelajaran Seni Tari Kelas 7 SMP

Rangkuman Pelajaran Seni Tari Kelas 7 SMP Lengkap 
Rangkuman pelajaran Seni Tari kelas 7 SMP berikut dibuat berdasarkan buku paket mata pelajaran Seni Tari yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman pelajaran Seni Tari kelas 7 SMP secara lengkap.

Rangkuman Pelajaran Seni Tari Kelas 7 SMP

Bab I Tari Tunggal Daerah Setempat

  1. Tari tunggal adalah tarian yang ditarikan oleh seorang penari, baik penari putra maupun putri. Tari tunggal yang berasal dari daerahmu merupakan karya seni tari tunggal daerah setempat.
  2. Contoh tari tunggal daerah setempat yang berasal dari daerah Jawa Barat dan Betawi adalah tari Topeng Cisalak, tari Sintren, tari Ibing Keurseus, dan tari Jaipong.
  3. Gerakan-gerakan dasar dalam tari Betawi terdiri atas gerak adeg-adeg, kewer, selancar, cendol hijau, pak blang, dan gibang.

Bab II Tari Berpasangan dan Tari Kelompok Daerah Setempat,

  1. Tari berpasangan adalah tarian yang dibawakan oleh dua orang, seperti putra dengan putra, putri dengan putri, atau putra dengan putri.
    Sedangkan tari kelompok adalah tari yang dibawakan oleh empat orang atau lebih.
  2. Contoh tari berpasangan dan tari kelompok daerah setempat yang berasal dari daerah Jawa adalah tari Bedhaya, tari Serimpi, tari Jathilan, tari Gandrung, dan tari Remo.
  3. Gerakan-gerakan dasar dalam tari Jawa terdiri atas gerak ngiting, ukel, ngembat, seblak, ulap-ulap, kebyok, kebyak, dan kenser.

Bab III Tari Tunggal Nusantara,

  1. Sifat tari tunggal menuju ke arah psikologis yang akan menjadikan seseorang sebagai subjek atau objek dalam suatu kegiatan. Sifat tari tunggal terdiri atas:
    1. Lirik, yaitu sifat tarian yang memusatkan pada subjek atau keadaan diri pribadi, seperti bahagia, haru atau senang.
    2. Epik, yaitu sifat tari yang mengarah pada nilai luar diri, seperti kagum atau manja.
    3. Dramatik, yaitu sifat tari perpaduan antara lirik dan epik.
  2. Jenis-jenis tari tunggal yang ada di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu tari tradisional, tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi.
  3. Contoh tari tunggal nusantara adalah tari Dewi Anjasmara, tari Gatotkaca, tari Golek, tari Gambir Anom, tari Bondan, dan tari Panji Semirang, tari Kancet Lasan, dan tari Baksa Kambang.
  4. Ragam gerak yang terdapat pada tari tunggal terdiri atas gerak di tempat, gerak berpindah tempat, gerak lantai, dan gerak meloncat.

Bab IV Tari Berpasangan dan Tari Kelompok Nusantara,

  1. Perbedaan dalam seni tari nusantara dipengaruhi oleh budaya lingkungan masyarakat sekitarnya.
  2. Karakteristik tari berpasangan adalah sebagai berikut:
    1. Tari berpasangan memiliki dua jenis gerak, yaitu gerak berlawanan dan gerak bersamaan.
    2. Saling mengisi, artinya kedua penari harus saling mengisi dalam melakukan gerak sehingga ada keharmonisan gerak.
    3. Harus tercipta ketentuan antara gerak dan ekspresi kedua penari agar tarian yang disajikan akan tampak mengalir seolah-olah tanpa henti.
  3. Karakteristik tari berkelompok adalah sebagai berikut:
    1. Segi gerak
      Terdapat dua macam gerak, yaitu gerak homogenitas dan gerak heterogenitas.
    2. Kekompakan penari
  4. Berdasarkan wilayahnya, tari dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
    1. Tari di wilayah budaya murni.
    2. Tari di wilayah budaya perbatasan.
  5. Contoh tari berpasangan dan tari kelompok nusantara adalah tari Saman, tari Piring, tari Serampang Dua Belas, tari Pendet, tari Maengket, dan tari Cakalele.

Bab V Ragam Tari Asia

  1. Tarian dan musik Thailand berhubungan erat dengan Kamboja. Contoh tarian seperti Khon, Lakhon, Teut Teung, dan Serng Kratip Khoa.
  2. Gerakan tarian Kamboja sangat lembut dan anggun.
  3. Tarian dari Cina memiliki gerakan-gerakan tangan yang rumit dan ekspresi wajah disesuaikan dengan langkah kaki.
  4. Bentuk tari dalam tarian India, antara lain Bharatanatyam, Kathakali, Kathak, dan Manipuri.

Bab VI Gerak Tari Kreasi Nusantara

  1. Ada tiga unsur tari, yaitu unsur gerak, iringan, dan ekspresi.
  2. Tari kreasi nusantara adalah tarian yang mengalami perkembangan dari pola-pola tarian nusantara yang telah ada. Tari kreasi nusantara bertolak dari tari tradisional nusantara.
  3. Contoh tari kreasi nusantara adalah tari Oleg Tambulilingan (Bali), tari Jaran Goyang (Jawa Timur), tari Karonsih (Jawa Tengah), tari Kipas Parentak (Jambi) dan tari Loliyana (Maluku).

Bab VII Seni Tari Dunia

  1. Tari Balet mulai berkembang di Eropa Barat pada zaman Renaissance. Balet merupakan gabungan dari beberapa pertunjukan, seperti seni musik, puisi, dan tarian yang dibentuk menjadi suatu jalinan cerita.
  2.  Tari Flamenco adalah tarian yang berasal dari negara Spanyol. Tari Flamenco diiringi musik yang terdiri atas paduan suara penyanyi, petikan gitar, dan pukulan perkusi. Tarian tersebut banyak menggerakkan tubuh, terutama kaki dan tangan.
  3. Tari Tap mendapat pengaruh dari berbagai budaya di dunia. Pengaruh tari Tap berasal dari negara-negara, seperti Afrika, Irlandia, Inggris, India, dan Spanyol.
  4. Tari Modern atau modern dance lahir pada awal abad ke-20. Tari Modern berkembang di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
  5. Tari Salsa merupakan salah satu tari Latin yang dilakukan secara berpasangan. Tari Salsa memiliki gerakan yang dinamis, lincah, dan energik.

Bab VIII Pertunjukan Tari di Sekolah

  1. Perencanaan pertunjukan tari terdiri atas:
    1. Menentukan tema pertunjukan.
    2. Menentukan waktu dan tempat pertunjukan.
  2. Pengelolaan pertunjukan tari terdiri atas:
    1. Membentuk kepanitiaan.
    2. Menyusun program kegiatan dan jadwal kerja.
    3. Menyusun anggaran kegiatan.
  3. Suatu kegiatan pertunjukan tari perlu dikelola melalui organisasi atau kepanitiaan. Contoh susunan kepanitiaan adalah sebagai berikut:
    1. Penasihat
    2. Penanggung jawab
    3. Ketua
    4. Sekretaris
    5. Bendahara
    6. Seksi-seksi

Kami harap dengan adanya rangkuman pelajaran Seni Tari kelas 7 SMP seperti diatas dapat membantu proses belajar kita.

Rangkuman Materi Pelajaran PAI Kelas 7 SMP

Rangkuman Materi Pelajaran PAI Kelas 7 SMP

Rangkuman Materi Pelajaran PAI Kelas 7 SMP
Rangkuman materi pelajaran PAI kelas 7 SMP berikut ditulis berdasarkan buku paket pedoman belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk kelas 7 SMP yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran PAI kelas 7 SMP secara lengkap.

Rangkuman Materi Pelajaran PAI Kelas 7 SMP

Bab 1 Alif Lam Syamsiyah dan Qamariyah

  1. Bacaan alif lam syamsiyah terjadi jika terdapat alif lam makrifat diikuti oleh huruf syamsiyah. Huruf syamsiyah yang terdiri atas:Bacaan alif lam syamsiyah
  2. Cara membaca hukum bacaan alif lam syamsiyah adalah suara lam matinya tidak jelas, tetapi melebur pada huruf sesudahnya.
  3. Bacaan alif lam syamsiyah ditandai dengan tanda baca tasydid.
  4. Bacaan alif lam qamariyah terjadi jika ada alif lam makrifat bertemu dengan huruf qamariyah, yaitu:Bacaan alif lam qamariyah
  5. Cara membaca hukum bacaan alif lam qamariyah adalah suara lam mati harus dibaca jelas.
  6. Bacaan alif lam qamariyah ditandai dengan tanda baca sukun di atas huruf lam.

Bab 2 Iman kepada Allah Melalui Sifat-Sifat-Nya

  1. Iman kepada Allah Swt. dapat diartikan dengan meyakini dalam hati bahwa Allah Swt. ada (wujud) dengan segala sifat, nama, kekuasaan, keagungan, dan kesempurnaan-Nya. Keyakinan ini diikuti pula dengan ikrar lisan dan amal perbuatan secara nyata.
  2. Tanda-tanda adanya Allah Swt. dapat dilihat dari dalil-dalil Al-Qur’an (ayat qauliyah) dan kejadian alam (ayat kauniyah). Dalam ayat-ayat Al-Qur’an banyak dijelaskan tentang sifat-sifat Allah Swt.
  3. Sifat wujud yang berarti ada, lawannya adalah tidak ada atau ‘adam.
  4. Sifat qidam yang berati dahulu, kebalikannya hudus yang artinya baru.
  5. Sifat baqa’ berarti kekal dan abadi. Kebalikan dari sifat baqa’ adalah fana’ atau rusak.
  6. Sifat mukhalafatulilhawadisi menunjukkan bahwa Allah Swt. berbeda dengan makhluk-Nya, kebalikannya serupa dengan makhluk atau mumasalatu lilhawadisi.
  7. Sifat qiyamuhu binafsihi yang artinya Allah Swt. berdiri sendiri, kebalikannya adalah sifat qiyamuhu bigairih yang berarti membutuhkan pihak lain.
  8. Sifat wahdaniyyah artinya Allah Swt. Maha Esa sehingga tidak ada sekutu bagi-Nya. Sifat mustahilnya adalah ta‘addud.
  9. Sifat qudrat artinya Allah Swt. Mahakuasa, sifat mustahilnya adalah ‘ajzun.
  10. Sifat iradat berarti memiliki kehendak untuk melakukan segala sesuatu yang dikehendakinya, kebalikannya karahah yang berarti terpaksa.
  11. Sifat ‘imu artinya Allah Swt. itu pandai dan mengetahui, sifat mustahil dari ‘ilmu adalah jahlun atau bodoh.
  12. Sifat hayat berarti hidup, sifat mustahilnya adalah maut atau mati.
  13. Sifat sama’ artinya mendengar, kebalikannya yaitu summun yang berarti tuli.
  14. Sifat basar artinya melihat, kebalikannya adalah sifat ‘umyun yang berarti buta.
  15. Sifat kalam artinya Allah Swt. wajib memiliki sifat berfirman atau berkata. Sifat mustahilnya adalah bukmun atau bisu.

Bab 3 Asma’ul husna

  1. Asma’ul husna merupakan nama-nama Allah yang bagus. Asma’ul husna mencerminkan keindahan, keagungan, dan kesempurnaan Allah Swt.
  2. Asma’ul husna berjumlah 99 nama.
  3. Sepuluh dari 99 asma’ul husna yang dipelajari sebagai berikut.
    1. al-‘Aziz,
    2. al-Wahhab
    3. al-Fattah
    4. al-Qayyum,
    5. al-Hadi,
    6. as-Salam
    7. al-Wadu
    8. al-Latif
    9. al-Qawiyy
    10. al-Hafiz
  4. Asma’ul husna harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari.

Bab 4 Tawadu’, Taat, Qanaah, dan Sabar

  1. Tawadu artinya sikap rendah hati. Tawadu merupakan sikap seseorang yang tidak ingin menonjolkan diri dengan sesuatu yang ada pada dirinya.
  2. Taat secara bahasa berarti mengikuti atau menuruti.
  3. Tiga objek ketaatan dalam Islam sebagai berikut.
    1. Ketaatan kepada Allah Swt.
    2. Ketaatan kepada Nabi Muhammad saw.
    3. Ketaatan kepada ulil amri.
  4. Qanaah dapat berupa sikap rela menerima cobaan dan ujian dari Allah Swt. yang berlaku bagi dirinya.
  5. Sabar dapat diartikan dengan sikap tahan dalam menghadapi cobaan dan tabah.
  6. Sabar dapat diterapkan dalam hal-hal berikut.
    1. Sabar dalam menghadapi cobaan hidup.
    2. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya.

Bab 5 Taharah

  1. Taharah dalam fikih Islam mengandung pengertian bersuci dari kondisi tubuh yang berhadas atau tidak suci, serta karena terdapat najis pada anggota tubuh, pakaian, dan tempat-tempat lain.
  2. Taharah dari hadas berarti bersuci karena dalam tubuh kita terjadi sesuatu atau melakukan tindakan yang menyebabkan kondisinya tidak suci.
  3. Hadas terdiri atas dua macam, hadas besar dan hadas kecil. Hadas kecil cara menyucikannya dengan berwudu. Untuk hadas besar, cara menyucikannya dengan mandi wajib.
  4. Taharah dari najis berarti membersihkan atau menyucikan bagian yang terkena najis. Cara membersihkannya tergantung pada tingkatan najisnya.
  5. Najis menurut tingkatannya dibagi menjadi tiga, yaitu najis mukhafafah, najis mutawasitah, dan najis mugalazah. Najis mukhafafah berarti najis yang ringan. Najis mutawasitah berarti najis menengah. Najis mugalazah berarti najis berat, yaitu najis dari jilatan anjing.
  6. Cara bersuci hadas ada tiga, yaitu wudu, tayamum, dan mandi wajib. Mandi wajib dilakukan jika seseorang mengalami hadas-hadas tertentu. Berwudu dilakukan dengan cara mengalirkan, membasuh, atau mengusap anggota wudu dengan air. Tayamum hanya boleh dilakukan jika dalam keadaan darurat sehingga bersuci dengan cara mandi ataupun wudu tidak dapat dikerjakan.

Bab 6 Salat Fardu (Wajib)

  1. Salat adalah ibadah berupa gerakan dan bacaan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.
  2. Salat dilaksanakan dengan tata cara tertentu yang telah dituntunkan oleh Rasulullah saw.
  3. Syarat sah dan syarat wajib salat harus dipenuhi agar salat kita diterima oleh Allah Swt.
  4. Rukun salat adalah beberapa hal yang harus dilaksanakan selama salat berlangsung. Apabila kita meninggalkan dengan sengaja rukun salat ini, salat kita batal dan harus kita ulang.
  5. Sunah salat adalah beberapa hal yang dianjurkan untuk kita laksanakan saat salat. Berbeda dari rukun, sunah salat tidak menyebabkan salat kita batal jika kita tinggalkan.
  6. Melaksanakan salat fardu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Meninggalkannya dengan sengaja membuat kita berdosa besar di hadapan Allah. Mengingkarinya membuat kita menjadi kafir di hadapan manusia dan Allah Swt.

Bab 7 Salat Berjamaah dan Salat Munfarid

  1. Salat jamaah adalah salat yang dikerjakan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih, salah satunya sebagai imam dan lainnya sebagai makmum.
  2. Mendirikan salat wajib secara berjamaah sangat dianjurkan. Pahala bagi yang melakukannya sebanyak 27 derajat dibandingkan jika secara sendirian.
  3. Menata barisan atau saf dalam salat berjamaah merupakan ajaran agama yang harus diperhatikan untuk menambah kesempurnaan salat.
  4. Di antara hikmah-hikmah mengerjakan salat berjamaah sebagai berikut.
    1. Menambah syiar Islam.
    2. Mempererat tali persaudaraan di antara sesama muslim.
    3. Menghilangkan jurang pemisah antara berbagai golongan.
    4. Menumbuhkan sikap saling menolong di antara sesama muslim.
    5. Meramaikan masjid dengan ibadah.
    6. Melatih kita untuk tunduk kepada imam.
  5. Salat munfarid adalah salat yang dikerjakan dengan cara sendirian, baik untuk mengerjakan salat fardu maupun salat sunah.

Bab 8 Sejarah Nabi Muhammad saw.

  1. Sebelum kedatangan Islam kondisi sosial masyarakat Mekah sangat memprihatinkan.
  2. Hukum tidak berlaku pada masyarakat Mekah sebelum Islam. Wanita tidak memiliki kedudukan dan diperlakukan seperti barang yang tidak berharga.
  3. Nabi Muhammad saw. lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muttalib dan ibunya bernama Siti Aminah.
  4. Sewaktu bayi Muhammad saw. diasuh oleh Halimah as-Sa’diyah dari suku Sa’ad.
  5. Muhammad diasuh oleh Abdul Muttalib kemudian Abu Talib setelah ibundanya wafat.
  6. Muhammad saw. menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun.
  7. Muhammad menerima wahyu pertama yaitu Surah al-‘Alaq [96] ayat 1–5 di gua Hira. Turunnya wahyu pertama sekaligus tanda pengangkatan Muhammad sebagai nabi dan rasul Allah Swt.
  8. Misi kerasulan yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. bersifat universal.

Bab 9 Hukum Bacaan Nun Mati/Tanwin dan Mim Mati

  1. Nun mati yaitu huruf nun yang berharakat sukun. Tanwin yaitu tanda baca yang ada pada huruf hijaiah. Tanwin terdiri atas tiga bentuk, yaitu dammatain, kasratain, dan fathatain.
  2. Ada empat bacaan dalam nun mati atau tanwin, yaitu izhar halqi, idgam bigunnah dan idgam bilagunnah, ikhfa haqiqi, serta iqlab.
  3. Mim mati yaitu mim yang berharakat sukun. Ada tiga bacaan yang terdapat dalam mim mati, yaitu idgam mimi, ikhfa syafawi, dan izhar syafawi.
  4. Hukum bacaan nun mati/tanwin berbeda dengan mim mati. Perbedaan yang terdapat pada keduanya yaitu jumlah bacaan yang terdapat pada masing-masing hukum bacaan, nama yang disandang, dan huruf masing-masing bacaan.

Bab 10 Iman kepada Malaikat

  1. Iman kepada malaikat merupakan rukun iman kedua. Sebagai mukmin kita harus beriman kepada malaikat, yaitu beriman kepada keberadaannya, nama, tugas, dan sifatnya.
  2. Malaikat terdiri atas jumlah yang hanya Allah semata yang mengetahuinya. Sebagai mukmin kita hanya diwajibkan untuk mengetahui sepuluh nama malaikat berikut tugas mereka.
  3. Malaikat berbeda dari makhluk Allah yang lain. Mereka memiliki sifat-sifat yang khusus Allah berikan kepada mereka.
  4. Keimanan kepada malaikat haruslah diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Bab 11 Bekerja Keras, Tekun, Ulet, dan Teliti

  1. Kerja keras dapat diartikan melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu yang diinginkan atau dicita-citakan.
  2. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tekun diartikan dengan rajin, keras hati, atau bersungguh-sungguh.
  3. Ulet diartikan dengan kuat atau tidak mudah putus asa.
  4. Teliti berarti cermat dan saksama dalam menjalankan sesuatu.
  5. Putus asa merupakan perbuatan yang dibenci oleh Allah Swt.
  6. Allah Swt. memerintahkan kepada manusia untuk berusaha dan bekerja keras.

Bab 12 Salat Jumat

  1. Salat Jumat adalah salat dua rakaat yang didahului dengan khotbah yang dilaksanakan pada hari Jumat.
  2. Salat Jumat wajib dilaksanakan oleh setiap muslim kecuali hamba sahaya, wanita, anak kecil, dan orang yang sedang sakit. Selain keempat orang tersebut, mereka yang terhalang untuk melaksanakan salat Jumat juga diperbolehkan untuk tidak mengikuti salat Jumat berjamaah.
  3. Salat Jumat terdiri atas khotbah dan salat dua rakaat.
  4. Salat Jumat dilaksanakan dengan tata cara yang telah dituntunkan oleh Allah dan rasul-Nya.
  5. Khotbah Jumat dilakukan oleh seorang khatib sebanyak dua khotbah dengan diselingi duduk diantara dua khotbah.

Bab 13 Salat Jama’ dan Qasar

  1. Salat jamak artinya menggabungkan dua salat fardu menjadi satu waktu.
  2. Salat jamak merupakan rukhsah (keringanan) bagi kita agar tetap bisa menjalankan lima waktu salat.
  3. Salat jamak cara melakukannya dapat dengan dua macam, yaitu jamak taqdim dan jamak ta’khir.
  4. Salat jamak dianjurkan untuk kita lakukan dalam keadaan-keadaan sebagai berikut.
    1. Dalam perjalanan yang bukan untuk tujuan bermaksiat.
    2. Ketika turun hujan yang sangat lebat.
    3. Ketika panas yang sangat terik.
  5. Di kalangan ulama terdapat perbedaan pendapat tentang batasan perjalanan (safar) dibolehkannya menjamak salat.
  6. Salat qasar artinya meringkas atau mengurangi jumlah rakaat salat, dari empat rakaat menjadi dua rakaat. Salat qasar tetap dikerjakan sesuai dengan waktu salat yang hendak didirikannya.
  7. Salat jamak qasar merupakan gabungan antara menjamak salat dan mengqasarnya. Cara mengerjakannya adalah dengan mengumpulkan dua salat dalam satu waktu serta meringkas rakaatnya, dari empat rakaat menjadi dua rakaat.
  8. Salat jamak qasar dapat dilakukan secara taqdim maupun ta’khir, asal masih dalam perjalanan.

Bab 14 Misi Dakwah Nabi Muhammad saw.

  1. Muhammad diangkat menjadi rasul ketika beliau berusia empat puluh tahun. Saat itu beliau sedang bertahanus di gua Hira dan menerima wahyu pertama, yaitu Surah al-‘Alaq [96] ayat 1–5.
  2. Misi-Misi Nabi Muhammad saw. antara lain sebagai berikut.
    1. Mengajak umat manusia untuk menyembah Allah.
    2. Menyempurnakan akhlak umat manusia.
    3. Membawa perdamaian dan kesejahteraan.
    4. Menghapus kasta sosial.
  3. Akhlak yang ditampilkan oleh Rasulullah saw. sebagai berikut.
    1. Amanah (sanggup memegang amanah).
    2. Siddiq (yang disampaikannya selalu benar).
    3. Fatanah (memiliki kecerdasan atau ketepatan dalam berpikir dan bertindak).
    4. Tablig (selalu menyampaikan wahyu yang diterimanya dari Allah Swt.)
  4. Orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan keluarganya adalah Khadijah, istri Rasulullah. Dari kalangan sahabatnya adalah Attiq bin Usman atau lebih populer dengan panggilan Abu Bakar.
  5. Dakwah Islam dimulai dengan cara sembunyi-sembunyi dan terbatas kepada anggota keluarga dan sahabat terdekatnya. Dakwah dilanjutkan dengan cara terang-terangan.
  6. Dakwah secara terang-terangan dimulai pada tahun 615 Masehi atau tahun ketiga kerasulan.
  7. Untuk melindungi kaum muslim, Rasulullah memerintahkan kaum muslimin untuk berhijrah ke Habsyi yang dilakukan dengan dua tahap.
  8. Kaum Quraisy berusaha menghalangi dakwah Rasulullah dengan cara melakukan pemboikotan. Mereka membuat perjanjian sepihak yang sangat merugikan kaum muslim, yaitu melarang kepada penduduk Quraisy untuk menikah, berdagang, dan menjalin hubungan lainnya dengan Bani Hasyim dan Bani Muttalib.
  9. Cara kita meneladani perjuangan Nabi Muhammad saw. dan para sahabat perlu melakukan hal-hal berikut ini.
    1. Mengimani kerasulan Muhammad
    2. Melanjutkan misi-misi Rasulullah
    3. Tidak mudah menyerah dalam berdakwah

Semoga dengan dibuat rangkuman materi pelajaran PAI kelas 7 SMP seperti diatas dapat mempermudah kita dalam belajar.

Rangkuman Pelajaran Seni Teater Kelas 7 SMP

Rangkuman Pelajaran Seni Teater Kelas 7 SMP

Rangkuman Pelajaran Seni Teater Kelas 7 SMP 
Rangkuman pelajaran Seni Teater kelas 7 SMP berikut disusun berdasarkan buku paket pelajaran Seni Teater untuk kelas 7 SMP yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.  Berikut rangkuman pelajaran Seni Teater kelas 7 SMP secara lengkap.

Rangkuman Pelajaran Seni Teater Kelas 7 SMP

Bab 1 Apresiasi Karya Seni Teater Daerah

Teater daerah adalah teater yang tumbuh dan berkembang di sebuah daerah. Teater rakyat adalah pertunjukan yang biasanya mengekspresikan dan menggambarkan kehidupan suatu masyarakat.
Fungsi pokok paling dominan dari teater tradisional pada massyarakat adalah sebagai berikut.
  1. Peringatan atau penghormatan kepada nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan maupun kepahlawanannya.
  2. Memanggil kekuatan gaib roh-roh pelindung untuk hadir di tempat terselenggaranya pertunjukan.
  3. Pemanggil roh-roh yang dianggap nenek moyang yang baik untuk mengusir roh-roh jahat.
  4. Pelengkap upacara yang diselenggarakan pada saat tertentu dalam siklus waktu.
  5. Pelengkap upacara sehubungan dengan peringatan tingkatan hidup seseorang.

Bab 2 Mengekpresikan Diri Melalui Seni Teater

Hal paling penting dimiliki oleh seorang pemain adalah memiliki tubuh yang sehat dan mampu menciptakan variasi bisnis act. Pemeranan akan enak dilihat jika pemain memiliki syarat-syarat dasar penampilannya, yaitu tubuh yang sehat, kuat, dan luwes, tidak soal bagaimana bentuk tubuhnya. Vokal yang baik juga penting dikuasai oleh pemain teater karena vokal adalah media penyampai maksud.
Sebelum pertunjukan dilaksanakan, hal-hal yang perlu dilakukan adalah merencanakan dan menerapkan prisip kerja sama dari semua personil yang terlibat dalam pertunjukan.

Bab 3 Mengidentifikasi Jenis Karya Seni Teater Daerah

Teater tradisional merupakan hasil kreativitas dan kebersamaan suatu kelompok sosial yang berakar dari budaya setempat. Teater tradisional tanpa menggunakan naskah dan bersifat improvisasi. Sifatnya supel, artinya dipentaskan di sembarang tampat. Jenis ini masih hidup dan berkembang di daarah-daerah di seluruh Indonesia. Sifat teater tradisional, yaitu improvisasinya sederhana, spontan, dan menyatu dengan kehidupan rakyat.

Bab 4 Mengekspresikan Diri dengan Seni Teater

Beberapa bentuk latihan yang wajib dilakukan oleh pemain-pemain teater tradisi yaitu: pertama, latihan tubuh adalah latihan ekspresi secara fisik. Kedua, latihan suara yakni latihan mengucapkan suara secara jelas dan nyaring (vokal), dapat juga berarti latihan penjiwaan suara. Ketiga, olah pikir bisa dengan konsentrasi, observasi, dan imajinasi.
Di dalam proses perancangan pertunjukan teater daerah ada dua wilayah yang sangat penting, yaitu wilayah pemanggungan di bawah kontrol sutradara dan wilayah produksi di bawah kontrol pimpinan produksi.

Semoga dengan disusunnya rangkuman pelajaran Seni Teater kelas 7 SMP seperti diatas dapat memudahkan kita mempelajari materi Seni Teater.

Rangkuman Materi Pelajaran Matematika Kelas 7 SMP

Rangkuman Materi Pelajaran Matematika Kelas 7 SMP

Rangkuman Materi Pelajaran Matematika Kelas 7 SMP
Rangkuman materi pelajaran Matematika kelas 7 SMP berikut disusun berdasarkan buku paket pelajaran Matematika untuk kelas 7 SMP yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran Matematika kelas 7 SMP secara lengkap.

Rangkuman Materi Pelajaran Matematika Kelas 7 SMP

BAB 1 BILANGAN BULAT

  1. Bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif.
  2. Sifat-sifat penjumlahan pada bilangan bulat.
    1. Sifat tertutup
      Untuk setiap bilangan bulat a dan b, berlaku
      a + b = c dengan c juga bilangan bulat.
    2. Sifat komutatif
      Untuk setiap bilangan bulat a dan b, selalu berlaku
      a + b = b + a.
    3. Sifat asosiatif
      Untuk setiap bilangan bulat a, b, dan c selalu berlaku
      (a + b) + c = a + (b + c).
    4. Mempunyai unsur identitas
      Untuk sebarang bilangan bulat a, selalu berlaku
      a + 0 = 0 + a. Bilangan nol (0) merupakan unsur identitas pada penjumlahan.
    5. Mempunyai invers
      Untuk setiap bilangan bulat a, selalu berlaku
      a + (–a) = (–a) + a = 0. Invers dari a adalah –a, sedangkan invers dari –a adalah a.
  3. Jika a dan b bilangan bulat maka berlaku a – b = a + (–b).
  4. Operasi pengurangan pada bilangan bulat berlaku sifat tertutup.
  5. Jika n adalah sebarang bilangan bulat positif makabilangan bulat positif
  6. Jika p dan q bilangan bulat maka
    1. p x q = pq;
    2. (–p) x q = –(p x q) = –pq;
    3. p x (–q) = –(p x q) = –pq;
    4. (–p) x  (–q) = p x q = pq.
  7. Untuk setiap p, q, dan r bilangan bulat berlaku sifat
    1. tertutup terhadap operasi perkalian;
    2. komutatif: p x q = q x p;
    3. asosiatif: (p x q) x r = p x  (q x r);
    4. distributif perkalian terhadap penjumlahan: p x (q + r) = (p x q) + (p x r);
    5. distributif perkalian terhadap pengurangan: p x (q – r) = (p x q) – (p x r).
  8. Unsur identitas pada perkalian adalah 1, sehingga untuk setiap bilangan bulat p berlaku p x  1 = 1 x p = p.
  9. Pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian.
  10. Pada operasi pembagian bilangan bulat tidak bersifat tertutup.
  11. a2 = b sama artinya dengan sqrt{b} = a
  12. a3 = b sama artinya dengan sqrt[3]{b} = a
  13. Apabila dalam suatu operasi hitung campuran bilangan bulat tidak terdapat tanda kurung, pengerjaannya berdasarkan sifat-sifat operasi hitung berikut.
    1. Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
    2. Operasi perkalian (x) dan pembagian (:) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
    3. Operasi perkalian (x) dan pembagian (:) lebih kuat daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–), artinya operasi perkalian (x) dan pembagian (:) dikerjakan terlebih dahulu daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–).

BAB 2 PECAHAN

  1. Pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai frac{p}{q}
    dengan p, q bilangan bulat dan q ≠ 0. Bilangan p disebut pembilang dan q disebut penyebut.
  2. Pecahan merupakan bilangan yang menggambarkan bagian dari keseluruhan.
  3. Pecahan senilai adalah pecahan-pecahan yang bernilai sama.
  4. Pecahan senilai diperoleh dengan cara mengalikan atau membagi pembilang dan penyebutnya dengan bilangan yang sama.
  5. Suatu pecahan frac{p}{q}, q ≠ 0 dapat disederhanakan dengan cara membagi pembilang dan penyebut pecahan tersebut dengan faktor persekutuan terbesarnya.
  6. Jika penyebut kedua pecahan berbeda, untuk membandingkan pecahan tersebut, nyatakan menjadi pecahan yang senilai, kemudian bandingkan pembilangnya.
  7. Pada garis bilangan, pecahan yang lebih besar berada di sebelah kanan, sedangkan pecahan yang lebih kecil berada di sebelah kiri.
  8. Di antara dua pecahan yang berbeda selalu dapat ditemukan pecahan yang nilainya di antara dua pecahan tersebut.
  9. Setiap bilangan bulat p, q dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan frac{p}{q}, di mana p merupakan kelipatan dari q, q  ≠ 0.
  10. Bentuk pecahan campuran pfrac{q}{r}  dengan r ≠ 0 dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan biasa frac{ptimes r+q}{r}
  11. Untuk mengubah bentuk pecahan ke bentuk persen dapat dilakukan dengan cara mengubah pecahan semula menjadi pecahan senilai dengan penyebut 100.
    Jika hal itu sulit dilakukan maka dapat dilakukan dengan cara mengalikan pecahan tersebut dengan 100%.
  12. Untuk menentukan hasil penjumlahan atau pengurangan dua pecahan, samakan penyebut kedua pecahan tersebut, yaitu dengan cara mencari KPK dari penyebut-penyebutnya, kemudian baru dijumlahkan atau dikurangkan pembilangnya.
  13. Untuk menentukan hasil perkalian dua pecahan dilakukan dengan cara mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.
  14. Invers perkalian dari pecahan frac{p}{q}  adalah frac{q}{p} atau invers perkalian dari frac{q}{p} adalah frac{p}{q}
  15. Suatu bilangan jika dikalikan dengan invers perkaliannya hasilnya sama dengan 1.
  16. Untuk sebarang pecahan frac{p}{q} dan frac{r}{s} dengan q ≠ 0, r ≠ 0, s ≠ 0 berlaku frac{p}{q} : frac{r}{s} = frac{p}{q} x frac{s}{r}
  17. Untuk sebarang bilangan bulat p dan p, q ≠ 0 dan m bilangan bulat positif berlaku Bilangan pecahan
    Bilangan pecahan frac{p}{q}   disebut sebagai bilangan pokok.
  18. Untuk sebarang bilangan bulat p, q dengan q ≠  0 dan m, n bilangan bulat positif berlaku sifat-sifat berikut.
    1. left ( frac{p}{q} right )^m =frac{p^m}{q^m}
    2. left ( frac{p}{q} right )^m times left ( frac{p}{q} right )^n =left ( frac{p}{q} right )^{m+n}
    3. left ( frac{p}{q} right )^m : left ( frac{p}{q} right )^n =left ( frac{p}{q} right )^{m-n}
    4. left ( left ( frac{p}{q} right )^m right ) ^n=left ( frac{p}{q} right )^{mtimes n}
  19. Penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal dilakukan pada masing-masing nilai tempat dengan cara bersusun. Urutkan angka-angka ratusan, puluhan, satuan, persepuluhan, perseratusan dan seterusnya dalam satu kolom.
  20. Hasil kali bilangan desimal dengan bilangan desimal diperoleh dengan cara mengalikan bilangan tersebut seperti mengalikan bilangan bulat. Banyak desimal hasil kali bilangan-bilangan desimal diperoleh dengan menjumlahkan banyak tempat desimal dari pengali-pengalinya.
  21. Bentuk baku bilangan lebih dari 10 dinyatakan dengan a x  10n dengan 1 ≤ a < 10 dan n bilangan asli.
  22. Bentuk baku bilangan antara 0 sampai dengan 1 dinyatakan dengan a x  10–n dengan 1 ≤ a < 10 dan n bilangan asli.

BAB 3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR

  1. Variabel, konstanta, faktor, serta suku sejenis dan tak sejenis.
    • Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas.
    • Konstanta adalah suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan tidak memuat variabel.
    • Suku-suku sejenis adalah suku yang memiliki variabel dan pangkat dari masing-masing variabel yang sama.
    • Suku tak sejenis adalah suku yang memiliki variabel dan pangkat dari masing-masing variabel yang tidak sama.
  2. Pada bentuk aljabar, operasi penjumlahan dan pengurangan hanya dapat dilakukan pada suku-suku yang sejenis.
  3. Perkalian suatu bilangan konstanta k dengan bentuk aljabar suku satu dan suku dua dinyatakan sebagai berikut.
    k(ax) = kax
    k(ax + b) = kax + kb
  4. Perkalian antara dua bentuk aljabar dinyatakan sebagai berikut.
    (ax + b) (cx + d) = acx2 + (ad + bc)x + bd
    (ax + b) (cx2 + dx + e) = acx3 + (ad + bc)x2 + (ae + bd)x + be (x + a) (x – a) = x2 – a
  5. Pada perpangkatan bentuk aljabar suku dua, koefisien sukusukunya ditentukan dengan segitiga Pascal.
    (a + b)1 = a + b
    (a + b)2 =a2 + 2ab +b2
    (a + b)3 =a3 + 3a2b + 3ab2 + b3
    dan seterusnya
  6. Nilai suatu bentuk aljabar dapat ditentukan dengan cara menyubstitusikan sebarang bilangan pada variabel-variabel bentuk aljabar tersebut.
  7. Suatu pecahan bentuk aljabar dikatakan paling sederhana jika pembilang dan penyebutnya tidak mempunyai faktor persekutuan kecuali 1 dan penyebutnya tidak sama dengan nol.
  8. Hasil operasi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan aljabar diperoleh dengan cara menyamakan penyebutnya, kemudian menjumlahkan atau mengurangkan pembilangnya.

BAB 4 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

  1. Pernyataan adalah kalimat yang dapat ditentukan nilai kebenarannya (bernilai benar atau bernilai salah).
  2. Kalimat terbuka adalah kalimat yang memuat variabel dan belum diketahui nilai kebenarannya.
  3. Himpunan penyelesaian dari kalimat terbuka adalah himpunan semua pengganti dari variabel-variabel pada kalimat terbuka sehingga kalimat tersebut bernilai benar.
  4. Persamaan adalah kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda sama dengan (=).
  5. Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda sama dengan (=) dan hanya mempunyai satu variabel berpangkat satu. Bentuk umum persamaan linear satu variabel adalah ax + b = 0 dan a ≠ 0.
  6. Penyelesaian persamaan linear adalah pengganti variabel x yang menyebabkan persamaan bernilai benar.
  7. Dua persamaan atau lebih dikatakan ekuivalen jika mempunyai himpunan penyelesaian yang sama dan dinotasikan dengan tanda “⇔”.
  8. Suatu persamaan dapat dinyatakan ke dalam persamaan yang ekuivalen dengan cara:
    1. menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama;
    2. mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan yang sama.
  9. Suatu ketidaksamaan selalu ditandai dengan salah satu tanda hubung berikut.
    “<” untuk menyatakan kurang dari.
    “>” untuk menyatakan lebih dari.
    “≤” untuk menyatakan tidak lebih dari atau kurang dari atau sama dengan.
    “≥” untuk menyatakan tidak kurang dari atau lebih dari atau sama dengan.
  10. Pertidaksamaan adalah kalimat terbuka yang menyatakan hubungan ketidaksamaan (>, <,≤, atau ≥).
  11. Untuk menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear satu variabel, dapat dilakukan dalam dua cara sebagai berikut.
    1. Mencari lebih dahulu penyelesaian persamaan yang diperoleh dari pertidaksamaan dengan mengganti tanda ketidaksamaan dengan tanda “=”.
    2. Menyatakan ke dalam pertidaksamaan yang ekuivalen.

BAB 5 PERBANDINGAN DAN ARITMETIKA SOSIAL

  1. Harga pembelian, harga penjualan, untung, dan rugi.
    • Harga pembelian adalah harga barang dari pabrik, grosir, atau tempat lainnya.
    • Harga penjualan adalah harga barang yang ditetapkan oleh pedagang kepada pembeli.
    • Untung atau laba adalah selisih antara harga penjualan dengan harga pembelian jika harga penjualan lebih dari harga pembelian.
      Untung = harga penjualan – harga pembelian.
    • Rugi adalah selisih antara harga penjualan dengan harga pembelian jika harga penjualan kurang dari harga pembelian.
      Rugi = harga pembelian – harga penjualan.
  2. Menentukan persentase untung atau rugi.
    • Persentase untung frac{untung}{harga pembelian} x 100 %
    • Persentase rugi frac{rugi}{harga pembelian} x 100%
  3. Menentukan harga pembelian dan harga penjualan jika persentase untung atau rugi diketahui.
    • Jika untung maka berlaku
      harga penjualan = harga pembelian + untung
      harga pembelian = harga penjualan – untung
    • Jika rugi maka berlaku
      harga penjualan = harga pembelian – rugi
      harga pembelian = harga penjualan + rugi
  4. Bruto, tara, dan neto
    Bruto = neto + tara
    Neto = bruto – tara
    Tara = bruto – neto
  5. Persen tara dan harga bersih
    Tara = persen tara x  bruto
    Harga bersih = neto x  harga/satuan berat
  6. Ada dua jenis bunga tabungan, yaitu bunga tunggal dan bunga majemuk. Bunga tunggal adalah bunga yang dihitung berdasarkan besarnya modal saja, sedangkan bunga majemuk adalah bunga yang dihitung berdasarkan besarnya modal dan bunga.
  7. Pajak adalah suatu kewajiban yang dibebankan kepada masyarakat untuk menyerahkan sebagian kekayaan kepada negara menurut peraturan-peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.
  8. Ada dua cara dalam membandingkan dua besaran sebagai berikut.
    1. Dengan mencari selisih.
    2. Dengan mencari hasil bagi.
  9. Menyederhanakan perbandingan hanya dapat dilakukan pada dua besaran yang sejenis.
  10. Skala adalah perbandingan antara jarak pada gambar dengan jarak sebenarnya.
  11. Pada gambar berskala selalu berlaku hal berikut.
    1. Mengubah ukuran tetapi tidak mengubah bentuk.
    2. Ukuran dapat diperbesar atau diperkecil.
  12. Pada perbandingan senilai, nilai suatu barang akan naik/turun sejalan dengan nilai barang yang dibandingkan. Grafik perbandingan senilai berupa garis lurus.
  13. Pada perbandingan berbalik nilai, jika nilai sebuah barang naik maka nilai barang yang dibandingkan akan turun atau sebaliknya. Grafik perbandingan berbalik nilai berupa kurva mulus.
  14. Perbandingan antara dua besaran dapat dinyatakan dengan tabel berikut :Perbandingan antara dua besaran
    1. Pada perbandingan senilai berlaku frac{a}{b} = frac{p}{q}
    2. Pada perbandingan berbalik nilai berlaku frac{a}{b}frac{q}{p}

BAB 6 HIMPUNAN

  1. Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang ciri-cirinya jelas, sehingga dengan tepat dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk dalam himpunan tersebut.
  2. Suatu himpunan biasanya diberi nama atau dilambangkan dengan huruf besar (kapital) A, B, C, …, Z. Adapun benda atau objek yang termasuk dalam himpunan tersebut ditulis dengan menggunakan pasangan kurung kurawal {…}.
  3. Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan tiga cara, yaitu dengan kata-kata, dengan notasi pembentuk himpunan, dan dengan mendaftar anggota-anggotanya.
  4. Himpunan yang memiliki banyak anggota berhingga disebut himpunan berhingga.
    Himpunan yang memiliki banyak anggota tak berhingga disebut himpunan tak berhingga.
  5. Himpunan semesta atau semesta pembicaraan adalah himpunan yang memuat semua anggota atau objek himpunan yang dibicarakan. Himpunan semesta biasanya dilambangkan dengan S.
  6. Himpunan
    1. Himpunan A merupakan himpunan bagian B, jika setiap anggota A juga menjadi anggota B dan dinotasikan A ⊂  B atau B ⊃  A.
    2. Himpunan A bukan merupakan himpunan bagian B, jika terdapat anggota A yang bukan anggota B dan dinotasikan A ⊄  B.
    3. Setiap himpunan A merupakan himpunan bagian dari himpunan A sendiri, ditulis A ⊂  A.
    4. Banyaknya semua himpunan bagian dari suatu himpunan adalah 2n , dengan n banyaknya anggota himpunan tersebut.
  7. Dua himpunan
    1. Dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas atau saling asing jika kedua himpunan tersebut tidak mempunyai anggota persekutuan.
    2. Dua himpunan dikatakan sama, jika kedua himpunan mempunyai anggota yang tepat sama.
    3. Dua himpunan A dan B dikatakan ekuivalen jika n(A) = n(B).
  8. Irisan (interseksi) dua himpunan adalah suatu himpunan yang anggotanya merupakan anggota persekutuan dari dua himpunan tersebut. Irisan himpunan A dan B dinotasikan dengan A ∩ B = {x | x ∈ A dan x ∈ B}.
  9. Gabungan (union) himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang anggotanya terdiri atas anggota-anggota A atau anggotaanggota B. Gabungan himpunan A dan B dinotasikan dengan A∪B = {x | x ∈ A atau x ∈ B}.
    Banyak anggota dari gabungan himpunan A dan B dirumuskan dengan n(A ∪  B) = n(A) + n(B) – n(A ∩ B).
  10. Untuk setiap himpunan A, B, dan C berlaku sifat komutatif, asosiatif, dan distributif.

BAB 7 GARIS DAN SUDUT

  1. Suatu sudut dapat terbentuk dari suatu sinar yang diputar pada pangkal sinar. Sudut dinotasikan dengan “∠”.
    Untuk menyatakan besar suatu sudut digunakan satuan derajat (°), menit (‘), dan detik (“), dimana
    1° = 60° atau 1’ = left ( frac{1}{60} right )^circ
    1′ = 60° atau 1′ = left ( frac{1}{60} right )^'
    1° = 3600″ atau 1″ = left ( frac{1}{3600} right )^circ
  2. Sudut yang besarnya 90° disebut sudut siku-siku.
    Sudut yang besarnya 180°  disebut sudut lurus.
    Sudut yang besarnya antara 0° dan 90°  disebut sudut lancip.
    Sudut yang besarnya antara 90° dan 180° disebut sudut tumpul.
    Sudut yang besarnya lebih dari 180°  dan kurang dari 360° disebut sudut refleks.
  3. Jumlah sudut
    • Jumlah dua sudut yang saling berpelurus (bersuplemen) adalah 180°. Sudut yang satu merupakan pelurus dari sudut yang lain.
    • Jumlah dua sudut yang saling berpenyiku (berkomplemen) adalah 90°. Sudut yang satu merupakan penyiku dari sudut yang lain.
    • Jika dua garis berpotongan maka dua sudut yang letaknya saling membelakangi titik potongnya disebut dua sudut yang saling bertolak belakang. Dua sudut yang saling bertolak belakang adalah sama besar.
  4. Kedudukan dua garis
    • Dua garis atau lebih dikatakan sejajar apabila garis-garis tersebut terletak pada satu bidang datar dan tidak akan pernah bertemu atau berpotongan jika garis tersebut diperpanjang sampai tak berhingga.
    • Dua garis dikatakan saling berpotongan apabila garis tersebut terletak pada satu bidang datar dan mempunyai satu titik potong.
    • Dua garis dikatakan saling berimpit apabila garis tersebut terletak pada satu garis lurus, sehingga hanya terlihat satu garis lurus saja.
    • Dua garis dikatakan bersilangan apabila garis-garis tersebut tidak terletak pada satu bidang datar dan tidak akan berpotongan apabila diperpanjang.
  5. Hubungan antarsudut jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain
    • Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain, akan terbentuk empat pasang sudut sehadap yang besarnya sama.
    • Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain, besar sudut-sudut dalam berseberangan yang terbentuk adalah sama besar.
    • Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka besar sudut-sudut luar berseberangan yang terbentuk adalah sama besar.
    • Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka jumlah sudut-sudut dalam sepihak adalah 180°.
    • Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka jumlah sudut-sudut luar sepihak adalah 180°.

BAB 8 SEGITIGA DAN SEGI EMPAT

  1. Segitiga siku-siku dapat dibentuk dari sebuah persegi panjang yang dipotong menurut diagonalnya. Besar salah satu sudut pada segitiga siku-siku adalah 90°.
  2. Sifat-sifat segitiga sama kaki:
    1. dapat dibentuk dari dua buah segitiga siku-siku yang sama besar dan sebangun;
    2. mempunyai satu sumbu simetri;
    3. mempunyai dua buah sisi yang sama panjang;
    4. mempunyai dua buah sudut yang sama besar;
    5. dapat menempati bingkainya dengan tepat dalam dua cara.
  3. Sifat-sifat segitiga sama sisi:
    1. mempunyai tiga  buah sumbu simetri;
    2. mempunyai tiga buah sisi yang sama panjang;
    3. mempunyai tiga buah sudut yang sama besar (60°);
    4. dapat menempati bingkainya dengan tepat dalam enam cara.
  4. Jumlah ketiga sudut segitiga adalah 180°.
  5. Ketidaksamaan segitiga
    Jumlah dua buah sisi pada segitiga selalu lebih panjang daripada sisi ketiga.
  6. Pada setiap segitiga berlaku sudut terbesar terletak berhadapan dengan sisi terpanjang, sedangkan sudut terkecil terletak berhadapan dengan sisi terpendek.
  7. Besar sudut luar suatu segitiga sama dengan jumlah dua sudut dalam yang tidak berpelurus dengan sudut luar tersebut.
  8. Keliling segitiga yang panjang sisinya a, b, dan c adalah K = a + b + c.
  9. Luas segitiga dengan panjang alas a dan tinggi t adalah L = frac {1}{2} times a times t
  10. Persegi panjang adalah bangun segi empat dengan panjang sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar.
    Keliling dan luas persegi panjang dengan panjang p dan lebar l adalah K = 2(p x l) dan L = p x l.
  11. Persegi adalah bangun segi empat yang memiliki empat sisi sama panjang dan empat sudut siku-siku.
    Keliling dan luas persegi dengan panjang sisi s adalah K = 4s dan L = s2.
  12. Jajargenjang adalah bangun segi empat yang dibentuk dari sebuah segitiga dan bayangannya yang diputar setengah putaran (180°) pada titik tengah salah satu sisinya.
    Keliling dan luas jajargenjang dengan panjang sisi alas a dan sisi lainnya b, serta tinggi t dirumuskan dengan K = 2(a + b) dan L = a x t.
  13. Belah ketupat adalah bangun segi empat yang dibentuk dari gabungan segitiga sama kaki dan bayangannya setelah dicerminkan terhadap alasnya.
    Keliling dan luas belah ketupat dengan panjang sisi s serta diagonal d1 dan d2 dirumuskan dengan K = 4s dan L =  frac {1}{2} times d_{1} times d_{2}
  14. Layang-layang adalah segi empat yang dibentuk dari gabungan dua buah segitiga sama kaki yang alasnya sama panjang dan berimpit.
    Keliling dan luas layang-layang dengan sisi pendek a dan sisi panjang b serta diagonal d1 dan d2 adalah K = 2(a + b) dan L = frac {1}{2} times d_{1} times d_{2}
  15. Trapesium adalah bangun segi empat yang mempunyai tepat sepasang sisi yang berhadapan sejajar.
    Keliling dan luas trapesium dengan panjang sisi sejajar a dan b, panjang sisi tidak sejajar c dan d, serta tinggi t adalah K = a + b + c + d dan L = frac {1}{2} times (a times b) times t

Semoga dengan disusunya rangkuman materi pelajaran Matematika kelas 7 SMP seperti diatas dapat memudahkan kita mempelajarinya.